
Mulai Dari Inisiatif Kita Pribadi
KRISANTUS MAXIMUS FENAT – Astra Motor Makassar, Warehouse Head
Santos (45), demikianlah rekan-rekan Astra Motor menyapa pria kelahiran Timor ini. 22 tahun yang lalu bergabung pertama kali sebagai Mekanik di Astra Motor Jakarta, Kepala Bengkel di Astra Motor Papua, hingga saat ini menjadi Kepala Gudang di Astra Motor Makassar, Astra tentu saja sudah menjadi “keluarga” untuk dirinya.
Sewaktu SMA, Ayah Santos merupakan seorang guru dan Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga, Berangkat dari sebuah keluarga yang sederhana, Santos yang merupakan anak ke 5 dari 8 bersaudara bertekad merantau ke Jakarta dengan tekad membantu orang tuanya untuk menyekolahkan adik-adiknya.
“Ketika saya pamit merantau ke Jakarta orang tua saya berpesan : kerja yang benar , jujur dan jagalah kepercayaan, jika itu tidak kamu miliki maka hidupmu akan susah,” kenang Santos.
Berbekal pesan itulah Santos mempertaruhkan hidupnya di Jakarta, dan pada tahun 1991 bergabung di Astra Motor Jakarta (Jakarta Honda Centre – JHC) sebagai Mekanik. Awalnya tujuan Santos hanyalah ingin belajar agar dapat membuka bengkel sendiri di kampung halaman. Namun ternyata pecinta dunia otomotif ini menikmati dan menyukai pekerjaannya, sehingga keinginan itu ia tunda. Akibat ketekunan dan semangatnya, tahun 2003 Santos di promosi menjadi Workshop Head di Astra Motor Papua.
6 tahun di Papua tentu saja bukan waktu yang singkat, banyak cerita yang menorehkan sejarah baik suka maupun duka. Ada peristiwa yang paling berkesan bagi Santos selama ia di Papua, yaitu bagaimana ia bersama tim berhasil merubah sistem operasional motor yang tadinya disebelah kanan, dirubah menjadi sebelah kiri, namun tetap menjamin safety pengendara. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi keinginan seorang konsumen yang ingin tetap mengendarai sepeda motor namun tangan kanannya cacat saat mengemban tugas negara. Atas keberhasilan ini, Astra Motor Papua sempat diliput oleh berbagai media.
Tidak aneh, saat di Papua, Santos terpilih sebagai karyawan teladan tahun 2006 yang mewakili HSO ke penjurian karyawan teladan tingkat Astra Group. “Saat itu saya merasa sangat bangga sekaligus minder, karena yang lainnya kebanyakan adalah manajer, dan saya hanyalah seorang kepala bengkel,” ujar pria pecinta nasi padang ini.
Selain hal tersebut, tentunya masih banyak prestasi lain yang ditorehkan oleh Santos. Salah satunya pernah menjadi pembimbing dan menghantarkan Mekanik Papua menjadi juara 2 di kontes mekanik tingkat nasional, dan menghantarkan para mekanik menjadi juara PMT 3 selama sebanyak 3 kali dalam tahun yang berbeda.
Berbekal hal tersebut, Santos kembali di promosi menjadi Warehouse Head di Astra Motor Makassar pada tahun 2009. Santos dipercaya mengelola gudang yang mendapat predikat terbaik ke-2 oleh AHM, dan menjadi gudang percontohan seluruh main dealer Astra Motor region lainnya. Memiliki latar belakang dari bengkel, Santos ragu kenapa malah dipindahkan ke bagian gudang. Namun, setelah di beri tahu oleh pihak HCD bahwa Santos dipercaya mengelola Man Power di dalamnya, Santos menguatkan tekadnya untuk memberikan dan menghasilkan yang terbaik. Prestasi Santos yang terakhir adalah menjadi fasilitator tim QCC-NT “Warehouse Evolution” yang berhasil memperoleh juara1 di AMQC 2013. Tim “Warehouse Evolution” kemudian berhasil tembus sebagai finalis InnovAstra30 (Februari 2014), yaitu sebuah ajang bergengsi dalam serangkaian peringatan HUT Astra Group ke 57.
Selain itu Santos juga memperlakukan tim dan anak buahnya seperti anaknya sendiri, “Jika memang harus saya tegur atau saya marahin, ya saya akan marahin seperti kepada anak saya dirumah. Namun saat berdenda gurau, saya perlakukan seperti rekan terbaik saya,” ungkap Santos.
Hingga 23 tahun berlalu, kecintaan Santos terhadap Astra tidak pernah berkurang. “Saya sangat bangga menjadi bagian dari Astra,” ucap Santos mantap. Hal ini sudah dibuktikan dengan pengabdiannya melakukan continous improvement, menciptakan kader-kader baru, dan menjaga nama baik perusahaan kemanapun ia pergi.
Keluarga tetap merupakan hal utama untuk Santos. Pernikahannya pada bulan Juli 1996 telah membuahkan dua orang putra. Saat waktu luang dan libur kerja, Santos memilih menghabiskan waktu bersama keluarga dan mengikuti perkembangan anak. Santos percaya bahwa support dan doa sangat “ampuh” dalam perjalanan karir.
Santos berharap kedua putranya kelak dapat menjalani pendidikan yang lebih baik, dan menjadi anak yang dapat mengabdikan diri kepada Tuhan serta bermanfaat untuk orang lain. “Almarhum kedua orang tua saya yang selalu mengajarkan saya untuk hidup bukanlah mencari kekayaan, tapi bagaimana menjadi manfaat untuk orang lain dan lingkungan sekitar,” tutup Santos.
LEAVE A REPLY