
Lingkungan Kerja di Astra Motor yang Bikin Betah
HUSIN RODHY – REGION HEAD, ASTRA MOTOR JAKARTA
“Budaya kerja dan lingkungan di Astra yang membuat saya betah. Astra sangat memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada karyawannya untuk belajar dan berkembang,” ujar pria yang akrab di sapa Rodhy ini. Alasan inilah inilah yang menggiring Rodhy selama 20 tahun perjalanan karirnya di Astra Motor (HSO).
Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi di Universitas Lampung, Pria kelahiran 17 September 1968 ini memutuskan kembali ke kota kelahirannya dan memulai karir sebagai AR (Account Receivable) Controller di Astra Motor Palembang.
Di awal karirnya pada tahun 1992, Rodhy telah menunjukan prestasinya gemilang dan memberi kebanggan untuk Astra Motor. Saat itu, Rodhy membentuk tim QCC “BARI” bersama rekan lainnya dengan tema “Menurunkan AR Overdue”. Ternyata Rodhy dan tim-nya berhasil menjadi salah satu dari tiga wakil Astra International menuju IEQC (International Exposition of Quality Circles – red) yang di adakan oleh National Productivity Board Singapore.
Setelah event tersebut, Rodhy mendapatkan promosi menjadi QCC Facilitator di Head Office Jakarta, sebelum kemudian ia dimutasi lagi menjadi Finance Supervisor dan Marketing Supervisor. Pada tahun 2000, Rodhy di minta manajemen untuk menjabat sebagai Sales Supervisor di kampung halamannya di Palembang. Tiga tahun setelahnya ia di tawarkan menjadi Kepala Cabang di Sales Office (SO) Bandung, dan pada tahun 2005 kembali dipromosikan sebagai Kabag Marketing di Head Office.
Rodhy bercerita bahwa ia tidak merasakan adanya hambatan yang signifikan dalam perjalanan karirnya. Ketika ia mulai merasa bahwa ada hal yang menghambat, maka ia akan meneguhkan dirinya bahwa segala hal yang telah dipercayakan (oleh Yang Kuasa) menjadi bagiannya, tidak akan bisa digagalkan atau dipatahkan oleh apapun atau siapapun juga.
Berkat kegigihan itulah membuat Rodhy kembali dipromosikan dan menjabat sebagai Region Head di Balikpapan pada tahun 2009, dan tahun 2011 menjadi Region Head di Jakarta Honda Centre (JHC) hingga saat ini.
Tidak terhitung banyaknya cerita dari pengalaman Rodhy. Berpindah dan belajar dari satu departemen ke departemen, dan dari kota ke kota hingga kini menjadi orang nomor wahid di JHC.
Salah satu cerita yang cukup berkesan adalah saat ia ditunjuk sebagai Kepala Cabang di SO Bandung, yang merupakan SO pertama yang berdiri di luar region Astra Motor. “Rodhy, saya pertaruhkan SO Bandung ini kepadamu. Jika kamu gagal, maka kita akan sulit diberi keperpercayaan lagi untuk mendirikan SO di luar region kita,” begitulah ucapan Harry Siswanto, CEO Astra Motor pada saat itu (2003).
Rodhy mengaku bahwa pesan yang singkat itu dirasakan sebagai amanat yang sangat berat karena ia belum pernah memiliki pengalaman di bidang Direct Sales. Namun, pada bulan ke-enam SO Bandung berhasil menjual lebih dari 300 unit dan membukukan profit. “Berkat doa, kerjasama yang sinergi dari tim, komunikasi yang baik dengan networking, dan fokus kepada kepuasan pelanggan,” demikian tutur Rodhy saat menyimpulkan kunci keberhasilan saat itu.
Selalu bersyukur dan menjadi manfaat bagi orang lain, nilai itulah yang menjadi pegangan Rodhy dalam menjalani kehidupan. Ia menganggap bahwa segala sesuatu yang diijinkan hadir dan terjadi adalah merupakan pemberian dan amanat dari Yang Maha Kuasa.
Tidak heran, Rodhy selalu berusaha mengejar kesempurnaan, dalam artian mencapai hasil yang terbaik dengan mengerjakan sebaik-baiknya. Baginya, segala sesuatu yang ia lakukan adalah pertanggungjawaban atas kemampuan dan berkat yang telah Tuhan percayakan dalam hidupnya, baik soal pekerjaan, hubungan sosial, maupun sebagai kepala keluarga.
“Saya berusaha semaksimal mungkin utk menuntaskan pekerjaan kantor di kantor. Ketika di rumah, saya mencurahkan seluruh perhatian, pikiran, perasaan dan waktu utk bersama anak-anak dan istri,” demikian ungkap pria yang sedang menanti kelahiran anaknya yang ke 6 ini.
Jika libur kantor, Rodhy tidak pernah melewatkan untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Ia senang sekedar masak bersama anak istrinya, pergi keluar rumah, dan pulang kampung. Rodhy pun memanfaatkan waktu untuk sekedar pergi makan di luar bersama keluarganya, setidaknya seminggu sekali di akhir pekan.
Menyadari peran, tugas, serta tanggung jawabnya yang semakin besar sebagai seorang pemimpin cabang, Rodhy berusaha untuk menggunakan waktu kerja dengan se- efektif dan se-efisien mungkin. Rodhy menghindari untuk menunda-nunda pekerjaan. Ia selalu mencoba segera berbagi knowledge dan vision kepada karyawannya, sehingga seluruh tim “berlari” pada goal yang sama. Sehingga waktu yang digunakan untuk bekerja, adalah waktu yang berkualitas. “Jadi waktu yang lainnya bisa saya manfaatkan untuk hal lain, seperti quality time dengan orang lain dan dengan keluarga.”
Ketika diminta untuk berbagi tips mengenai hal yang membuat ia tetap konsisten dan tidak menjadikan kewajiban menjadi beban, Rodhy berkata, “Saya berusaha untuk menangkap hasil seperti apa yang diharapkan oleh perusahaan (pimpinan), setelah itu saya menentukan sendiri cara kerja yang bisa membuat saya menikmati pekerjaan tersebut. Jadi saya tetap enjoy.”
LEAVE A REPLY