
DARI YOGYAKARTA KE DAERAH LAINNYA, ”VIRUS PENDIDIKAN” ALA HONDA
YOGYAKARTA – Sejak kurikulum pembelajaran etika berlalu lintas dikembangin pertama kali pada 2010 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), PT Astra Honda Motor (AHM) nggak tutup buku dan terus membesarkannya. Penghargaan sebagai ”Pelopor Pendidikan Etika Lalu Lintas Terintegrasi” dalam kurikulum dari Pemprov DIY, seakan jadi cambuk agar misi baik ini dirasakan daerah lain.
Dari Yogyakarta, AHM dan Yayasan AHM bakal nularin kurikulum pembelajaran etika berlalu lintas itu ke provinsi lain. ”Setidaknya hingga saat ini kami sudah menyelenggarakan workshop untuk para guru di 20 provinsi di Indonesia. Para guru inilah yang akan menjadi ujung tombak mengajarkan etika berkendara dan budaya tertib lalu lintas melalui mata pelajaran,” ujar Wakil Ketua Yayasan AHM Kristanto.
Nggak cuma itu, dalam rangkaian implementasi tanggung jawab sosial perusahaan, secara konsisten dan berkesinambungan AHM juga tetap ngembangin kurikulum teknik sepeda motor Honda, nyiapin tenaga muda terampil melalui sistem pendidikan link and match dunia pendidikan dengan industri otomotif.
AHM bersinergi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan nerapin kurikulum Teknik Sepeda Motor (TSM) yang dibutuhin dalam dunia usaha. Hal ini dilakukan melalui penyusunan buku panduan dan bahan ajar, pelatihan guru, instruktur industri, praktek kerja di industri, dan laboratorium praktek standar industri.
Nah, barengan dengan pemberian penghargaan dari Pemprov DIY, AHM ngeresmiin SMK Ma’arif I Wates, Kulon Progo, Yogyakarta sebagai tempat uji kompetensi kurikulum TSM Honda. Peresmian dilakukan Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim.
Markus Budiman Widihandojo, Direktur AHM, bilang kalai AHM punya concern besar di bidang pendidikan sebagai salah satu pilar dari empat pilar kegiatan CSR perusahaan, yakni lingkungan, income generating activity atau pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan.
Kurikulum TSM Honda untuk tingkat SMK sudah terimplementasi di 67 SMK binaan Honda yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan secara bertahap akan diimplementasikan di 2.000 SMK! Ajib.
LEAVE A REPLY